FKIP UNPAS Pilihan pasti setiap generasi

Kapolda Ajak Mahasiswa Unpas Jangan Terpengaruh Media Sosial


BERITA UNPAS | 27 Nov 2017

Kapolda Ajak Mahasiswa Unpas Jangan Terpengaruh Media Sosial

Kapolda Jawa Barat Irjen (Pol) Agung Budi Maryoto, Wakapolda, dan jajaran Polda Jabar lainnya bersama Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. HM. Didi Turmudzi, M.Si, Rektor Unpas Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, M.Si., M.Kom, para Wakil Rektor dan para Dekan.*


Kapolda Jawa Barat Irjen (Pol) Agung Budi Maryoto mengajak mahasiswa Universitas Pasundan Bandung menjadi garda terdepan dalam menjaga idelologi negara. Mahasiswa harus menjadi tonggak dalam menjaga keutuhan negara di tengah situasi bangsa saat ini. Apalagi dalam menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jawa Barat, mahasiswa diminta jangan terpengaruh media sosial yang berpotensi provokasi memecah belah bangsa.

Hal itu diungkapkan Kapolda saat memberikan kuliah umum yang dihadiri sekira 700 mahasiswa, dosen dan karyawan Unpas, di aula Oto Iskandar Di Nata, Kampus IV Universitas Pasundan Jl. Setiabudhi, Bandung, Selasa 21 November 2017. Kuliah umum Kapolda bertema “Penangkalan Radikalisme Anti Pancasila dan NKRI”.

Kapolda hadir didampingi Wakapolda Jawa Barat dan para stafnya, sedangkan dari pihak Universitas Pasundan hadir Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. HM Didi Turmudzi, M.Si., Sekjen Paguyuban Pasundan Dr. H. Dedi Hadian, Rektor Unpas Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, M.Si., M.Kom., Ketua YPT Pasundan Dr. H. Makbul Mansyur, para Wakil Rektor, para Dekan dan Wakil Dekan serta unsur keluarga besar Unpas lainnya.

Dikatakannya, mahasiswa sebagai agen perubahan harus menjadi elemen terdepan dalam menjaga ideologi negara dari rongrongan yang merusak kebhinekaan. Ia menegaskan bahwa peran mahasiswa dalam era reformasi tanpa batas, sehingga harus menjaga kondusifitas melalui media sosial.

“Sekarang zaman medsos (media social), saya berharap mahasiswa menjadi bagian dalam menjaga suasana di media sosial,” kata Kapolda.

Kapolda menegaskan, pihaknya terus memantau dengan ketat media sosial yang berpotensi memecah-belah bangsa, terutama menghadapi pilkada (pemilihan kepala daerah) yang dimulai awal Januari 2018. Polda memiliki polisi cyber yang terus memantau media sosial yang berpotensi menjadi provokator, apalagi menghadapi pilkada karena para calon akan memanfaatkan media sosial untuk meraih dukungan dari masyarakat.

Paham radikal, menurut Kapolda, juga mudah berpengaruh dalam pilkada. Tujuannya sama yaitu memecah-belah keutuhan masyarakat sehingga diperlukan pencegahan agar paham tersebut tidak masuk ke dalam tatanan kehidupan. Di samping itu, masyarakat harus memahami bahayanya paham radikal sehingga diperlukan edukasi ke seluruh lapisan masyarakat.

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Prof. Dr. HM. Didi Turmudzi, M.Si, pada kesempatan itu menyatakan pentingnya Polri dalam menjadi kondusivitas menjelang pilkada 2018 mendatang. Ia berterimakasih atas kehadiran Kapolda Jawa Barat di kampus Unpas untuk memaparkan pentingnya peran mahasiswa menjaga kamtibmas menjelang pilkada.

Rektor Unpas Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, M.Si., M.Kom pada kesempatan yang sama menegaskan bahwa paham radikal ditularkan bukan hanya melalui tindakan fisik melainkan juga melalui pemikiran radikal. Dengan demikian Unpas terus menerus berupaya menjaga agar penularan paham radikal tidak tumbuh dan berkembang.

Unpas telah punya pranata yang mengatur mengenai hal itu yang berlaku bagi dosen, mahasiswa dan karyawan. Unpas memiliki slogan “Nyantri, Nyunda, Nyakola” yang ditanamkan sejak mahasiwa masuk kampus dan pembinaan rohani, antara lain diberikan setiap hari Jumat dengan harapan keluarga besar Unpas memiliki nilai lebih dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya.

Rektor Unpas menegaskan, jika ditemukan pelanggaran yakni adanya penyebaran radikalisme di kampus maka hukumannya diberikan berdasarkan hasil sidang senat akademik.***